Wednesday, 20 September 2017
Sort Updates

General

I Made Mandera Putra v I Made Dayuh

Citation: SC No. 3785 K/PDT/2016 of 2017; Date of Judgment: 22 February 2017 (Published on 08/08/2017); Name of Court: Supreme Court of Indonesia; Source: Supreme Court of Indonesia

PUTUSAN

Nomor 3785 K/Pdt/2016

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

MAHKAMAH AGUNG

QUORUM: DR NURUL ELMIYAH, SH, MH (KETUA MAJELIS); H PANJI WIDAGDO, SH, MH; DR H SUNARTO, SH, MH (HAKIM-HAKIM ANGGOTA)

 

memeriksa perkara perdata pada tingkat kasasi telah memutus sebagai berikut dalam perkara:

I MADE MANDERA PUTRA, bertempat tinggal di Jalan Gunung Merapi Nomor 10, Banjar Pemedilan, Dusun Pemedilan, Desa Pemecutan, Kecamatan Denpasar Barat, Provinsi Bali, dalam hal ini memberi kuasa kepada Ternehen Tarigan, S.H., dan kawan-kawan, Para Advokat, berkantor di Jalan Tukad Batanghari XA Nomor 21A, Panjer, Denpasar, Bali, berdasarkan Surat Kuasa Khusus tanggal 29 September 2016;

Pemohon Kasasi dahulu Penggugat/ Pembanding;

Lawan

I MADE DAYUH (meninggal dunia), diwakili oleh I Wayan Suarna dan I Ketut Netra, para ahli warisnya, bertempat tinggal di Jalan Tukad Melangit Nomor 49, Dusun Antap, Kelurahan Panjer, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali, dalam hal ini memberi kuasa kepada Dr. I Nyoman Sujana, S.H., M.H., dan kawan-kawan, Para Advokat, berkantor di Jalan Tukad Pakerisan 102 Denpasar 80225, berdasarkan Surat Kuasa Khusus tanggal 17 Oktober 2016;

Termohon Kasasi dahulu Tergugat/ Terbanding;

Mahkamah Agung tersebut;

Membaca surat-surat yang bersangkutan;

Menimbang, bahwa dari surat-surat tersebut ternyata bahwa sekarang Pemohon Kasasi dahulu Penggugat/ Pembanding telah menggugat sekarang Termohon Kasasi dahulu Tergugat/ Terbanding di muka persidangan Pengadilan Negeri Denpasar pada pokoknya atas dalil-dalil:

1. Bahwa Penggugat mempunyai kakek yang bernama I Dayuh yang kemudian menikah dengan Ni Ibuk (panggilan almarhumah) yang merupakan nenek dari Penggugat;

2. Bahwa dari perkawinan kakek Penggugat dengan nenek Penggugat melahirkan 3 (tiga) orang anak. Anak pertama telah meninggal dunia saat masih kecil, anak kedua juga telah meninggal dunia saat masih kecil dan anak ketiga yang bernama I Nyoman Mudalara (bapak Penggugat) kawin dengan Ni Wayan Wati (ibu Penggugat);

3. Bahwa dari perkawinan bapak Penggugat dengan ibu Penggugat tersebut melahirkan dua orang anak. Anak pertama Ni Putu Dewi Manderayanti (saudara perempuan Penggugat), sedangkan anak yang kedua Penggugat sendiri bernama I Made Mandera Putera;

4. Bahwa adapun silsilah keluarga dari Kumpi Penggugat adalah sebagai berikut:

[Image]*

5. Bahwa berdasarkan silsilah keluarga kakek Penggugat yang bernama I Dayuh (almarhum), maka Penggugatlah satu-satunya ahli waris dari orangtua Penggugat dan berhak menerima warisan dari kakek Penggugat yang bernama I Dayuh (almarhum);

6. Bahwa semasa hidup kakek Penggugat telah mempunyai 2 (dua) bidang tanah yang didapatkan dengan cara:

- Menerima warisan dari Kumpi Penggugat, yaitu sebidang tanah seluas ±1470 m2 (seribu empat ratus tujuh puluh meter persegi), Nomor Pipil 116, Nomor Persil 18 Kelas I, NOP: 517101000602600400, yang terletak di Subak Panjer, Kelurahan Panjer, Kecamatan Denpasar Selatan, Bali, dengan batas-batas tanah:

Sebelah Timur Jalan Raya;

Sebelah Barat Made Renda;

Sebelah Utara Kerontong;

Sebelah Selatan gang;

- Sedangkan satu bidang tanah didapatkan oleh kakek Penggugat dengan cara membeli dari Kerontong pada tanggal 9 Januari 1957 dengan harga Rp150.000,00 (seratus lima puluh ribu rupiah). Adapun objek dan luas tanah yang dibeli oleh kakek Penggugat dari Kerontong adalah ± 1887 m2 (seribu delapan ratus delapan puluh tujuh meter persegi), Nomor Pipil 179, Nomor Persil 18, Kelas I, NOP 517101000602600390, dan yang terletak di Subak Panjer, Kelurahan Panjer, Kecamatan Denpasar Selatan, Bali, dengan batas-batas tanah sebagai berikut:

Sebelah Timur Jalan Raya;

Sebelah Barat Made Renda;

Sebelah Utara Astawa;

Sebelah Selatan I Dayuh;

7. Bahwa setelah kakek Penggugat yang bernama I Dayuh meninggal dunia pada tahun 1972, maka tanah warisan yang ditinggalkan kakek Penggugat telah dikuasai secara melawan hukum oleh Tergugat, padahal Tergugat bukan ahli waris dari kakek Penggugat, akan tetapi Penggugatlah satu-satunya ahli waris dari kakek (almarhum) maupun bapak Penggugat (almarhum);

8. Bahwa tindakan Tergugat menguasai tanah warisan kakek Penggugat (almarhum) (objek sengketa) adalah jelas-jelas tanpa alas hak yang sah dan merupakan perbuatan melawan hukum, sehingga tanah warisan a quo harus diserahkan oleh Tergugat kembali kepada Penggugat tanpa alasan hukum apapun;

9. Bahwa Penggugat telah berusaha untuk meminta kepada Tergugat agar Tergugat mengembalikan tanah warisan kakek Penggugat (almarhum) secara baik-baik, akan tetapi Tergugat tidak menanggapi secara baik-baik sehingga dengan sangat terpaksa Penggugat mengajukan perkara ini ke Pengadilan;

10. Bahwa agar tuntutan Penggugat tidak menjadi illusoir kelak, karena adanya kekhwatiran yang didasarkan sangka yang beralasan bahwa Tergugat akan mengalihkan, memindahkan, mengosongkan atau menjual tanah hak milik Penggugat (sengketa) kepada umum, dengan ini Penggugat meminta agar Pengadilan Negeri Denpasar/ Majelis Hakim yang memeriksa perkara ini berkenan terlebih dahulu meletakkan sita jaminan (conservatoir beslaag) terhadap objek sengketa;

11. Bahwa karena gugatan Penggugat didasarkan bukti-bukti otentik yang tidak dapat disangkal lagi kebenarannya oleh Tergugat, sehingga putusan ini memenuhi syarat hukum untuk dinyatakan dapat dijalankan terlebih dahulu walaupun ada bantahan, banding atau kasasi dari Tergugat (uitvoerbaar bij voorraad);

Bahwa berdasarkan alasan-alasan tersebut di atas Penggugat mohon kepada Pengadilan Negeri Denpasar agar memberikan putusan sebagai berikut:

Dalam Tindakan Pendahuluan

1. Meletakkan sita jaminan atas dua objek tanah sengketa warisan kakek Penggugat yaitu:

- Menerima warisan dari Kumpi Penggugat yaitu sebidang tanah seluas ±1470 m2 (seribu empat ratus tujuh puluh meter persegi), Nomor Pipil 116, Nomor Persil 18 Kelas I, NOP 517101000602600400, yang terletak di Subak Panjer, Kelurahan Panjer, Kecamatan Denpasar Selatan, Bali, dengan batas-batas tanah:

Sebelah Timur Jalan Raya;

Sebelah Barat Made Renda;

Sebelah Utara Kerontong;

Sebelah Selatan gang;

- Sedangkan satu bidang tanah didapatkan oleh kakek Penggugat dengan cara membeli dari Kerontong pada tanggal 9 Januari 1957 dengan harga Rp150.000,00 (seratus lima puluh ribu rupiah). Adapun objek dan luas tanah yang dibeli oleh kakek Penggugat dari Kerontong adalah ± 1887 m2 (seribu delapan ratus delapan puluh tujuh meter persegi), Nomor Pipil 179, Nomor Persil 18 Kelas I, NOP 517101000602600390, dan yang terletak di Subak Panjer, Kelurahan Panjer, Kecamatan Denpasar Selatan, Bali, dengan batas-batas tanah sebagai berikut:

Sebelah Timur Jalan Raya;

Sebelah Barat Made Renda;

Sebelah Utara Astawa;

Sebelah Selatan I Dayuh;

Dalam Pokok Perkara:

1. Menerima dan mengabulkan gugatan Penggugat untuk seluruhnya;

2. Menyatakan sah dan berharga sita jaminan terhadap objek sengketa;

3. Mengabulkan sita jaminan yang diajukan oleh Penggugat;

4. Menyatakan hukum Penggugat adalah satu-satunya ahli waris yang sah dari bapak Penggugat (almarhum);

5. Menyatakan hukum perbuatan Tergugat menguasai tanah warisan milik Bapak Penggugat (almarhum) tanpa alas hak yang sah adalah perbuatan melawan hukum;

6. Menyatakan hukum 2 (dua) bidang tanah objek sengketa yang dikuasai Tergugat adalah sah tanah warisan milik Bapak Penggugat (almarhum);

7. Menghukum Tergugat untuk menyerahkan tanah obyek sengketa kepada Penggugat dalam keadaan kosong dan atau orang lain yang ikut serta menguasai tanah sengketa tanpa hak secara sukarela, bila perlu secara paksa dengan bantuan aparat Kepolisian (eksekusi);

8. Menghukum Tergugat untuk membayar seluruh biaya perkara yang timbul dalam perkara ini;

Subsidair

Apabila Majelis berpendapat lain, mohon untuk putusan yang seadil-adilnya (ex aequo et bono);

Menimbang, bahwa terhadap gugatan tersebut Tergugat mengajukan eksepsi dan gugatan rekonvensi yang pada pokoknya sebagai berikut:

Dalam Eksepsi:

1. Bahwa Tergugat secara tegas menolak seluruh dalil-dalil gugatan Penggugat untuk seluruhnya, kecuali yang secara tegas diakuinya;

2. “Gugatan Penggugat Obscuur Libel

Bahwa gugatan Penggugat adalah kabur (obscuur libel), karena Penggugat tidak menguraikan secara jelas batas-batas dari tanah sengketa, dimana tanah yang diklaim sebagai harta warisan Penggugat adalah tanah peninggalan almarhum Dayuh dari Banjar Pemedilan Denpasar yakni 2 (dua) bidang tanah masing-masing:

a. Tanah seluas ± 1470 m2 (seribu empat ratus tujuh puluh meter persegi) Nomor Pipil 116, Nomor Persil 18, Kelas I, NOP 517101000602600400, yang terletak di Subak Panjer, Kelurahan Panjer, Kecamatan Denpasar Selatan, Bali, dengan batas-batas:

- Sebelah Timur Jalan Raya;

- Sebelah Barat Made Renda;

- Sebelah Utara Kerontong;

- Sebelah Selatan gang;

b. Tanah seluas ± 1887 m2 (seribu delapan ratus delapan puluh tujuh meter persegi), Nomor Pipil 179, Nomor Persil 18, Kelas I, NOP 517101000602600390, yang terletak di Subak Panjer, Kelurahan Panjer, Kecamatan Denpasar Selatan, Bali. Dengan batas-batas:

- Sebelah Timur Jalan Raya;

- Sebelah Barat Made Renda;

- Sebelah Utara Astawa;

- Sebelah Selatan I Dayuh;

Some Images of this document may not available in the HTML format. The missing parts, usually owing to formatting issues encountered by our Editors, are indicated with “[Image]*”. To view the missing parts, view the PDF Version of this document by clicking on the “VIEW PDF” button at the top of this page.

Notice: The Publishers of Asean LIP acknowledge the permission granted by the relevant official/ original source for the reproduction of the above/ attached materials. You shall not reproduce the above/ attached materials in whole or in part without the prior written consent of the Publishers and/or the original/ official source. Neither the Publishers nor the official/ original source will be liable for any loss, injury, claim, liability, or damage caused directly, indirectly or incidentally to errors in or omissions from the above/ attached materials. The Publishers and the official/ original source also disclaim and exclude all liabilities in respect of anything done or omitted to be done in reliance upon the whole or any part of the above/attached materials. The access to, and the use of, Asean LIP and contents herein are subject to the Terms of Use.

Get ASEAN LAW ALERT

Legal updates by e-mail. It's Free.

Industry Updates

Indonesia, Croatia agree to strengthen Economic Cooperation

Jakarta (ANTARA News) - Indonesia and Croatia have agreed to enhance economic cooperation, the Indonesian Foreign Ministry said in a press statement released on Tuesday.

More Updates Read More

Industry Updates

Indonesia, Namibia agree to enhance Bilateral Trade Cooperation

Jakarta (ANTARA News) - Indonesias Foreign Affairs Minister Retno L. P. Marsudi has held a bilateral meeting with her Namibian counterpart Netumbo Nandi-Ndiatwah, and the two ministers agreed to intensify cooperation to boost bilateral trade.

More Updates Read More

Industry Updates

High Taxes, Competition choke Cheroot-Makers

Myanmar's traditional mini cigar, the cheroot, is near extinction as manufacturers struggle with high taxes, high production costs and stiff competition from imported and local cigarettes.

More Updates Read More

Industry Updates

EPF to boost Investments in Shariah-Compliant Private Equity Funds

KUALA LUMPUR, Sept 19 (Bernama) - The Employees Provident Fund (EPF) is prepared to increase its investments in shariah-compliant private equity (PE) funds, said its Investment Deputy Chief Executive Officer, Datuk Mohamad Nasir Ab Latif.

More Updates Read More

Industry Updates

BNM seeks More Focused Delivery of Mandates under Malaysian Development Financial Institutions

KUALA LUMPUR, Sept 19 (Bernama) - Bank Negara Malaysia (BNM) is planning to work with the leadership of local financial institutions and other stakeholders in government to address a more focused delivery of mandates under the Malaysian Development Financial Institutions.

More Updates Read More

Industry Updates

Renewal Application for Special Scheme expiring 31st March 2018 onwards

Renewal application shall be made six months prior to the expiry date and must be submitted two months before the expiry date‚Äč.

More Updates Read More

Industry Updates

Singapore and China Mediation Centres work together to help Businesses resolve Disputes along Belt and Road

1. The Singapore International Mediation Centre (SIMC) and the Mediation Center of the China Council for the Promotion of International Trade / China Chamber of International Commerce (CCPIT/CCOIC Mediation Center) will work together to support businesses and help them resolve disputes that may arise in cross-border commercial transactions under China’s Belt and Road Initiative (BRI). The two mediation centres signed a Memorandum of Understanding (MOU) today at the International Mediation Summit held in Hangzhou, China.

More Updates Read More

Industry Updates

Senate urged to view Ethics Complaints with Caution

MANILA - Senate Minority Leader Franklin Drilon on Monday urged his colleagues to view complaints filed before the Senate Ethics Committee with extreme caution as the number of complaints continue to pile up.

More Updates Read More

Industry Updates

Government reveals Aims of Mobile Cabinet Meeting

SUPHAN BURI, 18 September 2017 (NNT) - The Prime Minister has led his Cabinet on a retreat in the central region, aiming to foster development and connectivity between the country’s two oceans.

More Updates Read More

Industry Updates

MTUC urges Local Authorities to take Stern Action against Illegal Premises

BUTTERWORTH, Sept 18 (Bernama) - The Malaysian Trades Union Congress (MTUC) has called on local authorities to take strict legal action against illegal buildings or premises, particularly educational institutions.

More Updates Read More

Industry Updates

ASEAN enhances Coordination to tackle Cyber Threats

SINGAPORE, Sept 18 (Bernama) - ASEAN member states have agreed on the importance of enhancing coordination to ensure that its cybersecurity efforts across various platforms in countering increasingly sophisticated cyber threats are focused, effective and in synergy with one another.

More Updates Read More

Industry Updates

Peace, Security and Stability take Center Stage in AIPA discussion

MANILA, Philippines - Lawmakers and delegates at the 38th General Assembly of the ASEAN Inter-Parliamentary Assembly (AIPA) on Saturday discussed intensively the issues and challenges confronting the ASEAN region and the international community.

More Updates Read More