Wednesday, 20 September 2017
Sort Updates

General

Pendi Sihombing, DKK v Somuntulon Lumbantobing, DKK

Citation: SC No. 3799 K/PDT/2016 of 2017; Date of Judgment: 13 February 2017 (Published on 08/08/2017); Name of Court: Supreme Court of Indonesia; Source: Supreme Court of Indonesia

PUTUSAN

Nomor 3799 K/Pdt/2016

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

MAHKAMAH AGUNG

QUORUM: SYAMSUL MA’ARIF, SH, LLM, PHD (KETUA MAJELIS); DR H SUNARTO, SH, MH; SUDRAJAD DIMYATI, SH, MH (HAKIM-HAKIM ANGGOTA)

 

memeriksa perkara perdata pada tingkat kasasi telah memutus sebagai berikut dalam perkara:

1. PENDI SIHOMBING, bertempat tinggal di Kampung Lumban Siantar, Desa Pagar Batu, Kecamatan Sipoholon, Kabupaten Tapanuli Utara;

2. NENSI BR. MANALU, bertempat tinggal di Kampung Lumban Siantar, Desa Pagar Batu, Kecamatan Sipoholon, Kabupaten Tapanuli Utara;

3. HOT RAME BR SINAGA, bertempat tinggal di Kampung Lumban Siantar, Desa Pagar Batu, Kecamatan Sipoholon, Kabupaten Tapanuli Utara;

Ketiganya dalam hal ini memberi kuasa kepada Jonggi Simanjuntak, S.H., Advokat, berkantor di Jalan Nuhum Situmorang Nomor 159, Kelurahan Hutatoruan V, Kecamatan Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara, berdasarkan Surat Kuasa Khusus tanggal 28 Juni 2016;

Para Pemohon Kasasi dahulu Para Tergugat/ Para Terbanding;

Lawan:

1. SOMUNTULON LUMBANTOBING, bertempat tinggal di Desa Rama Agung, Kecamatan Anga Makmur Kabupaten Bengkulu Utara;

2. BONGAL LUMBANTOBING, bertempat tinggal di Lumban Siantar, Desa Pagar Batu, Kecamatan Sipoholon, Kabupaten Tapanuli Utara;

3. TIURMA BR NAPITUPULU, bertempat tinggal di Lumban Siantar, Desa Pagar batu, Kecamatan Sipoholon, Kabupaten Tapanuli Utara;

4. MARIMBUN LUMBANTOBING, bertempat tinggal di Lumban Siantar, Desa Pagar Batu, Kecamatan Sipoholon, kabupaten Tapanuli Utara;

Dalam hal ini kesemuanya memberi kuasa kepada Djusman Aritonang, S.H., Advokat, berkantor di Jalan Mamiyai Nomor 26, Medan Area, Kota Medan berdasarkan Surat Kuasa Khusus tanggal 6 Juni 2016;

Para Termohon Kasasi dahulu Para Penggugat/ Para Pembanding;

Mahkamah Agung tersebut;

Membaca surat-surat yang bersangkutan;

Menimbang, bahwa dari surat-surat tersebut ternyata sekarang Para Termohon Kasasi dahulu sebagai Para Penggugat/ Para Pembanding telah menggugat sekarang Para Pemohon Kasasi dahulu sebagai Para Tergugat/ Para Terbanding di muka persidangan Pengadilan Negeri Tarutung pada pokoknya atas dalil-dalil:

1. Bahwa kakek Moyang Para Penggugat yang bernama Ompu Hobol Lumbantobing adalah merupakan orang yang pertama sekal membuka kampung Lumban Siantar, yang dalam Bahasa Batak Toba disebut sebagai Sipukka Huta;

Bahwa disamping membuka perkampungan Lumban Siantar, kakek Moyang Para Penggugat tersebut juga ada menguasai dan mengusahai serta memiliki tanah-tanah peladangan yang ada disekitar perkampungan Lumban Siantar, dan kemudian diwariskan kepada keturunannya yaitu Laurensius Lumbantobing (kakek Para Penggugat);

2. Bahwa anak laku-laki dari Ompu Hobol Lumbantobing ada 2 orang yaitu 1. St. Turian Lumbantobing dan 2. Laurensius Lumbantobing, bahwa St. Turian < Lumbantobing membuka perkampungan yang namanya Lumban Sibabiat sedangkan Laurensius Lumbantobing tetap menempati kampung Lumban Siantar dan memiliki serta mengusahai tanah-tanah perladangan yang ada disekitar perkampungan Lumban Siantar sebagai pemilik warisan Laurensius Lumbantobing dari bapaknya Ompung Hobol Lumbantobing;

3. Bahwa Laurensius Lumbantobing mempunyai anak laki-laki 4 (empat) orang yaitu 1. St. Poltak Lumbantobing, 2. Jamuk Lumbantobing, 3. Pantas Lumbantobing,dan 4. Tumpal Lumbantobing;

Bahwa St. Poltak Lumbantobing adalah Bapak dari Penggugat I dan Penggugat II sedangkan Jamuk Lumbantobing adalah Bapak dari Penggugat IV;

4. Bahwa anak dari Lauresinsius Lumbantobing yang tinggal di kampung Lumban Siantar adalah St. Poltak Lumbantobing sedangkan Jamuk Lumbantobing dan Pantas Lumbantobing dan Tumpal Lumbantobing pergi merantau dan tidak tinggal di kampung Lumban Sintar. Bahkan Para Penggugat juga pergi merantau dan sekali-sekali pulang kampung ke Lumban Siantar dan kira-kira pada tahun 2006 Penggugat II pulan kampung dan Penggugat III pada tahun 2003 pulang kampung dan Penggugat IV pada tahun 1998 pulang kampung dan bertempat tinggal di Lumban Sintar;

5. Bahwa pada masa hidupnya Laurensius Lumbantobing dimana kira-kira pada tahun 150-an Nenek Para Tergugat Moina Br. Nababan datang menumpang di kampung Lumban Sintar dan membawa anaknya satu orang yang bernama Albinus Sihombing gelar Limut, yaitu Bapak Tergugat I/ Mertua Tergugat II dan Tergugat III;

Bahwa kedatangan Nenek Para Tergugat dan orangtua Para Tergugat Moina Br. Nababan dan Albinus Sihombing di kammpung Lumban Siantar adalah sebagai penumpang dan sebagai pekerja atas tanah perladangan milik Laurensius Lumbantobing dan mereka diberi pertapakan rumah dan beberapa bidang tanah perladangan untuk diusahai dan hanya mengambil hasilnya saja dan tidak menjadi Haki Milik karena kalau kembali dar perantau anak dan cucu dari Luurensius Lumbantobing maka tanah-tanah yang diusahai oleh alm. Moina Br. Nababan dab ahli warisnya harus dikembalikan kepada ahli waris dari Moina Alm. Laurensius Lumbantobing;

Bahwa keberadaan Moina Br. Nababan dan anak nya serta ParaTErgugat adalah sebagai penumpang di Kampung Lumban Siantar yang dalam bahasa batak Toba adalah Maisolat yang artinya mereka menumpang tinggal di kampung Lumban Siantar dan tidak mempunyai Hak Milik atas tanah namun hanya sebatas mengusahai dan mengambil hasil/ manfaat atas tanah milik alm. Laurensius Lumbantobing;

6. Bahwa dengan meninggalnya alm. Laurensius Lumbantobing dan nenek Para Tergugat Moinan Br. Nababan, namun Bapak Pengugat I dan Penggugat II St. Poltak Lumbantobing terus memperingati Albinus Sihombing bahwa tanah-tanah yang diusahainya adalah tanah milik Laurensius Lumbantobing dan Albinus Sihombing mengakuinya bahwa mereka hanya mengambil hasilnya/ manfaat atas tanah saja dan demikian juga halnya Para Tergugat pada tahun 2004 mempertegas dan mengakui bahwa Para Tergugat hanya sebatas memakai dan mengambil manfaat atas tanah tanah perkara;

7. Bahwa akan tetapi setelah meninggalnya Albinus Sihmbing ternyata anak-anak dan menantu dari Albinus Sihombing yaitu Para Tergugat telah mengaku-ngaku bahwa tanah-tanah yang diusahai mereka adalah tanah miliknya warisan dari kakeknya bahkan pada tahun 2003 Para Tergugat telah bertindak lebih jauh ingin menjual kepada orang lain tanah -tanah yang dahulu diserahkan oleh kakek Para Penggugat, Laurensius Lumbantobing kepada Bapak Para Tergugat Albinus Sihombing untuk diusahai mengambil hasil, bahwa Para Tergugat tersebut untuk menjual tanah milik warisan Para Penggugat itu kepada pihak lain;

8. Bahwa karena sudah ada maksud-masud jahat dari Para Tergugat untuk memiliki tanah-tanah warisan Para Penggugat dan bahkan mau menjual tanah-tanah warisan milik Para Penggugat kepada pihak lain sehingga Bapak Penggugat I dan II St. Poltak Lumbantobing kepada pihak lain, sehingga Bapak Penggugat I dan II, St. Poltak Lumbantobing dan suami Penggugat III, alm. Tohom Lumbantobing pada tahun 2004, mengumpulkan penatua-penatua Desa termasuk Tergugat I, Pendi Sihombing dan abang Tergugat I, alm. Halasan Sihombing dan menegaskan bahwa tanah-tanah yang diusahai oleh Para Tergugat di Lumban Siantar adalah tanah milik Para Penggugat dan Para Tergugat adalah hanya sebatas mengusahai dan mengambil manfaat atas tanah yang diusahai oleh Para Tergugat dan Tergugat I serta abangnya alm. Halasan Sihombing mengakuinya di hadapan penatua-penatua;

9. Bahwa akan tetapi Para Tergugat kemudian malah semakin menjadi-menjadi dan merusak paraik tanah dan mengaku-ngaku bahwa bahwa tanah yang diusahai oleh Para Tergugat adalah tanah miliknya warisan dari kakek mereka sehingga kembali lagi Para Penggugat mengumpulkan penatua-penatua Desa dan mengadukan Para Tergugat kepada Camat akan tetapi Para Tergugat tidak mau datang dan semakin menunjukkan arogansinya melawan Para Penggugat di Kampung Lumban Siantar dengan mengatakan bahwa tanah yang mereka usahai itu adalah warisan dari kakeknya kepada Para Tergugat;

10. Bahwa adapun tanah milik alm. Laurensius Lumbantobing yang dahulu diserahkan kepada alm. Moina Nababan (nenek Para Tergugat) dan alm. Albinus Sihombing) untuk diusahai hanya mengambil hasil atau manfaat adalah tanah perladangan dan tanah pertapakan rumah yang terletak di kampung Lumban Siantar, Desa Pagar Batu Kecamatan Sipohoholon Kabupaten Tapanuli Utara yang sekarang menjadi tanah terperkara yaitu sebagai berikut:

Tanah Terperkara I yaitu tanah darat seluas ± 5000 M2 dengan batas-batas sebagai berikut:

- Sebelah Timur: tanah Penggugat;

- Sebelah Barat: Jalan Desa;

- Sebelah Utara: Tanah Penggugat;

- Sebelah Selatan: Tanah Penggugat;

Tanah perkara II, yaitu tanah darat seluas ± 1 Ha, dengan batas-batas sebagai berikut:

- Sebelah Timur: Ardi Lumbantobing;

- Sebelah Barat: Pemakaman;

- Sebelah Utara: Tanah peratusan/ pemakaman peratusan;

- Sebelah Selatan: Tanah perkampungan milik Penggugat/ rumah;

Tanah terperkara III, yaitu tanah pertapakan rumah, seluas ± 200 M2 dengan batas-batas sebagai berikut:

- Sebelah Timur: Tanah Penggugat;

- Sebelah Barat: Tanah Perkampungan Milik Penggugat;

- Sebelah Utara: Tanah Perkampungan Milik Penggugat/ rumah;

- Sebelah Selatan: Tanah perkampungan milik Penggugat/ rumah;

11. Bahwa selain tanah terperkara tersebut, masih ada lagi tanah-tanah milik alm. Luarensius Lumbantobing bahwa tanah perkara tersebut adalah tanah warisan Para Tergugat dari kakeknya serta tindakan Para Tergugat yang tidak mau mengembalikan tanah perkara kepada ahli waris dari alm. Laurensius Lumbantobing adalah merupakan perbuatan melawan hukum;

12. Bahwa tindakan Para Tergugat yang mengusai dan mengusahai tanah perkara dengan mengatakan bahwa tanah terperkara tersebut adalah tanah warisan Para Tergugat dari kakeknya serta tindakan Para Tergugat yang tidak mau mengembalikan tanah perkara kepada ahli waris dari alm. Luarensius Lumbantobing adalah merupakan perbuatan melawan hukum;

13. Bahwa sebagai akiabt tindakan dan perbuatan Para Tergugat tersebut diatas secara nyata telah menimbulkan kerugian bagi Para Penggugat baik kerugian material maupun kerugian moril yaitu sebagai berikut:

- Kerugian Materil:

Bahwa sebagai akibat dari perbuatan Para Tergugat tersebut diatas menguasai dan mengusahai tanah terperkara yang kalau diusahai oleh Para Penggugat dengann menanam tanam-tanaman akan menghasilkan uang sebesar Rp50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah);

- Kerugian Moril:

Bahwa serta Para Penggugat menjadi tercermar yang jika dinilai dengan materi ditaksir sebesar Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah);

Jika dijumlahkan total kerugian seluruhjnya yang jika dinilai dengan Rp1.050.000.000,00 (satu miliar lima puluh juta rupiah);

Notice: The Publishers of Asean LIP acknowledge the permission granted by the relevant official/ original source for the reproduction of the above/ attached materials. You shall not reproduce the above/ attached materials in whole or in part without the prior written consent of the Publishers and/or the original/ official source. Neither the Publishers nor the official/ original source will be liable for any loss, injury, claim, liability, or damage caused directly, indirectly or incidentally to errors in or omissions from the above/ attached materials. The Publishers and the official/ original source also disclaim and exclude all liabilities in respect of anything done or omitted to be done in reliance upon the whole or any part of the above/attached materials. The access to, and the use of, Asean LIP and contents herein are subject to the Terms of Use.

Get ASEAN LAW ALERT

Legal updates by e-mail. It's Free.

Industry Updates

Indonesia, Croatia agree to strengthen Economic Cooperation

Jakarta (ANTARA News) - Indonesia and Croatia have agreed to enhance economic cooperation, the Indonesian Foreign Ministry said in a press statement released on Tuesday.

More Updates Read More

Industry Updates

Indonesia, Namibia agree to enhance Bilateral Trade Cooperation

Jakarta (ANTARA News) - Indonesias Foreign Affairs Minister Retno L. P. Marsudi has held a bilateral meeting with her Namibian counterpart Netumbo Nandi-Ndiatwah, and the two ministers agreed to intensify cooperation to boost bilateral trade.

More Updates Read More

Industry Updates

High Taxes, Competition choke Cheroot-Makers

Myanmar's traditional mini cigar, the cheroot, is near extinction as manufacturers struggle with high taxes, high production costs and stiff competition from imported and local cigarettes.

More Updates Read More

Industry Updates

EPF to boost Investments in Shariah-Compliant Private Equity Funds

KUALA LUMPUR, Sept 19 (Bernama) - The Employees Provident Fund (EPF) is prepared to increase its investments in shariah-compliant private equity (PE) funds, said its Investment Deputy Chief Executive Officer, Datuk Mohamad Nasir Ab Latif.

More Updates Read More

Industry Updates

BNM seeks More Focused Delivery of Mandates under Malaysian Development Financial Institutions

KUALA LUMPUR, Sept 19 (Bernama) - Bank Negara Malaysia (BNM) is planning to work with the leadership of local financial institutions and other stakeholders in government to address a more focused delivery of mandates under the Malaysian Development Financial Institutions.

More Updates Read More

Industry Updates

Renewal Application for Special Scheme expiring 31st March 2018 onwards

Renewal application shall be made six months prior to the expiry date and must be submitted two months before the expiry date‚Äč.

More Updates Read More

Industry Updates

Singapore and China Mediation Centres work together to help Businesses resolve Disputes along Belt and Road

1. The Singapore International Mediation Centre (SIMC) and the Mediation Center of the China Council for the Promotion of International Trade / China Chamber of International Commerce (CCPIT/CCOIC Mediation Center) will work together to support businesses and help them resolve disputes that may arise in cross-border commercial transactions under China’s Belt and Road Initiative (BRI). The two mediation centres signed a Memorandum of Understanding (MOU) today at the International Mediation Summit held in Hangzhou, China.

More Updates Read More

Industry Updates

Senate urged to view Ethics Complaints with Caution

MANILA - Senate Minority Leader Franklin Drilon on Monday urged his colleagues to view complaints filed before the Senate Ethics Committee with extreme caution as the number of complaints continue to pile up.

More Updates Read More

Industry Updates

Government reveals Aims of Mobile Cabinet Meeting

SUPHAN BURI, 18 September 2017 (NNT) - The Prime Minister has led his Cabinet on a retreat in the central region, aiming to foster development and connectivity between the country’s two oceans.

More Updates Read More

Industry Updates

MTUC urges Local Authorities to take Stern Action against Illegal Premises

BUTTERWORTH, Sept 18 (Bernama) - The Malaysian Trades Union Congress (MTUC) has called on local authorities to take strict legal action against illegal buildings or premises, particularly educational institutions.

More Updates Read More

Industry Updates

ASEAN enhances Coordination to tackle Cyber Threats

SINGAPORE, Sept 18 (Bernama) - ASEAN member states have agreed on the importance of enhancing coordination to ensure that its cybersecurity efforts across various platforms in countering increasingly sophisticated cyber threats are focused, effective and in synergy with one another.

More Updates Read More

Industry Updates

Peace, Security and Stability take Center Stage in AIPA discussion

MANILA, Philippines - Lawmakers and delegates at the 38th General Assembly of the ASEAN Inter-Parliamentary Assembly (AIPA) on Saturday discussed intensively the issues and challenges confronting the ASEAN region and the international community.

More Updates Read More